Wisata Anti Mainstream di Asia Tenggara

0
242
Wisata Anti Mainstream Jogja

Wisata Anti Mainstream di Asia Tenggara. Saatnya anda menyusun kembali rencana berlibur tahunan anda. Menjelajahi Negara-negara di asia tengara ini memang menjadi pilihan yang sangat tepat.

Asia Tenggara dihiasi keindahan alam dan budaya yang luar biasa menariknya, pameran budaya masing-masing negeri bisa menjadi pilihan untuk berlibur kesana. Berikut Wisata Anti Mainstream di asia Tenggara yang cocok untuk anda kunjungi :

Thaipusam, Malaysia

Wisata Anti Mainstream

Festival yang digelar juga di negeri Singapura ini selalu diikuti oleh ribuan orang. Mereka akan melakukan perjalanan selama kurang lebih delapan jam yang di mulai dari pukul 12 siang dari kuil Sri Mahamariamman dan berakhir di Batu Caves.

Dengan cara yang cukup ekstrem yaitu dengan menusuk tubuh dengan ribuan jarum panjang yang di rangkai sampai sedemikian rupa, Thaipusam merupakan festival bagi etnis Tamil yang akan melakukan pemujaan terhadap dewa Murugan. Dalam keadaan trans, Beberapa peserta festival membawa bingkai besi dan menarik kereta kencana dengan kait yang di tusuk ke kulit punggung mereka.

Pantai Timang, Wisata Anti Mainstream JogjaWisata Anti Mainstream di Jogja

Tempat wisata ini sangat cocok untuk menguji adrenalin para wisatawan. Di Pantai Timang, selain menyaksikan hamparan pasir putih dan air laut yang jernih, kamu juga bisa menaiki gondola tradisional.

Gondola atau kereta gantung ini awalnya digunakan oleh para nelayan setempat sebagai alat transportasi untuk membawa hasil laut. Kini, gondola dijadikan sebagai wisata anti mainstream dari Pantai Timang. Untuk bisa merasakan sensasi menyebrangi pantai, kamu harus mengeluarkan kocek sebesar Rp 150.000. Namun, jika hanya ingin mengabadikan foto, kamu bisa juga membayar sekitar Rp 50.000.

Perjalanan dari kota Yogyakarta, kamu menuju jalur ke Gunungkidul dan langsung mengarah ke Semanu. Setelah melewati Semanu, kemudian kamu mengambil arah ke kanan menuju ke Pantai Baron dan menuju Wedi Ombo. Sekitar 7 km dari sana kamu akan sampai di Pantai Timang.

READ :   Sungai Tercantik didunia ini punya 5 warna berbeda

Songkran, Thailand.

Wisata Anti Mainstream di Thailand

Bagi yang suka bermain air maka festival Songkran wajib untuk anda kunjungi di Thailand. Songkran merupakan perayaan menyambut tahun baru Buddha yang digelar saat musim panas. Puncak acara dari festival ini adalah semua orang turun ke jalan membawa semua alat yang dapat menampung air dan bermain perang air disana dengan penuh kegembiraan.

Sebagai simbol awal yang baru dan pembersihan diri, penduduk setempat berbondong-bondong membawa ember, baskom, atau pistol air dan saling menyiram.

Bali Swing Ubud, Wisata Anti Mainstream di Bali

Wisata Anti Mainstream di Bali

Bali Swing merupakan destinasi wisata anti Mainstream berupa ayunan. Tetapi bukan sembarang ayunan, ayunan raksasi di Bali Swing Ubud ini setinggi 35 meter. Pengunjung bisa menikmati ayunan sambil menikmati indahnya hutan, sawah, kebun dan sungai wisatawan juga di uji adrenalinnya.

Tempat wisata disekitarnya juga menyediakan rafting, karena berdekatan dengan sungai. Gimana Mau menguji Nyali dengan menaikin Bali Swing Ubud

Festival Roket Boun Bang Fai, Laos.

Wisata Anti Mainstream

Walaupun NASA mampu membuat roket yang dapat meluncur ke angkasa, namun di langit Laos setiap bulan Mei akan di penuhi dengan roket warna warni yang meluncur silir berganti dalam festival Roket Boun bang Fai.

Kegiatan tersebut pun merupakan bentuk permohonan kepada Dewa Hujan, Phaya Thaen agar panen berhasil, terbebas dari hama dan banjir. Menariknya, mereka yang berhasil menerbangkan roket paling tinggi akan mendapatkan wiski beras dan hadaih menarik lainnya.

Menariknya, jika roket dirasa belum cukup, mereka akan menunjuk seorang pria yang berpakaian perempuan untuk membuat marah dewa hingga mengirim hujan badai ke mereka.

Phuket Vegetarian Festival

Festival yang satu ini dianggap yang paling spektakuler di Asia tenggara dan tidak untuk dihadiri oleh anak yang belum cukup umur. Karena yang di tampilkan dalam festival Phuket Vegetarian, beberapa kegiatan yang cukup berbahaya. Mulai dari berjalan diatas bara api, Memanjat tangga pisau hingga menusuk muka dengan kaca, pedang hingga payung.

READ :   Berani Menantang gunung extrem diindonesia?

Festival yang dilakukan sejak tahun 1825 ini awalnya digelar saat pemain Opera dari Tiongkok jatuh sakit sewaktu mengunjungi Phuket. Mereka berhasil menyembuhkan diri setelah menjalankan diet ala vegetarian dan ritual kuno. Sejak saat itu, dari tahun ke tahun, festival ini menjadi semakin ekstrem sekaligus mengerikan. Tak heran jika banyak turis ingin menyaksikannya.

Loy Krathong, Wisata Anti Mainstream di Thailand

Wisata Anti Mainstream

Jika anda ingin mencoba melepaskan lentera ke angkasa maka anda wajib mencoba ikut dalam festival yang di gelar pada bulan November ini. Festival Loy Krathong merupakan bentuk pemujaan terhadap dewi air. Para peserta akan menerbangkan Lampion kertas dan menghanyutkan Perahu kecil berbentuk teratai yang terbuat dari bentuk pisang yang di isi lilin dan sesajian (Krathong) .

Dalam tradisi agama Buddha, tujuan festival ini adalah untuk melepaskan diri dari masa lalu. Beberapa orang bahkan meletakkan surat atau beberapa helai rambut dalam krathong mereka sebagai simbol selamat tinggal pada masa lalu.

Rambu Solo, Tana Toraja, Indonesia

Festival yang satu ini cukup mengandung unsur mistis dan kepercayaan adat yang sangat kental namun cukup sangat menarik untuk dikunjungi, Rambu Solo merupakan festival yang di percaya dapat mengantarkan keceriaan dan kebahagiaan melalui perayaan yang meriah bagi saudara yang telah meninggal.

Festival ini di gelar pada bulan Juli hingga September dan menurut kepercayaan setempat bahwa sebelum Rambu Solo dilaksanakan. Jenazah dianggap masih hidup dalam keadaan sakit. Kabarnya, festival ini membutuhkan biaya yang besar. Pasalnya, mereka yang merayakan harus memotong banyak kerbau bule yang satu ekornya bisa dihargai 50 juta rupiah.